Rabu, 26 Februari 2014

Knights ala Indonesia !!!



Romanian Knights

Romanian Knights adalah pasukan berkuda yang sangat tangguh dari bangsa romawi. Indonesia juga punya pasukan berkuda tapi dalam bentuk upacara adat. Namanya adalah Pasola.
 
Pasola Sumba adalah bagian dari serangkaian upacara adat tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu.
Upacara adat ini dilakukan setiap tahun pada bulan Februari atau Maret. Pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi dan Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Serangkaian upacara ini dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar panen tahun itu berhasil dengan baik.

Pasola berasal dari kata “Sola” atau “Hola”, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.

Pasola

Proses pelaksanaan Pasola diawali dengan pelaksanaan adat nyale. Adat nyale adalah salah satu upacara rasa syukur atas anugerah yang didapatkan, yang ditandai dengan datangnya musim panen dan cacing laut yang melimpah di pinggir pantai. Adat tersebut dilaksanakan pada waktu bulan purnama dan cacing-cacing laut keluar di tepi pantai.


Pasola tidak sekadar menjadi bentuk keramaian, tetapi menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. Pasola merupakan kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam pasola dan bagi masyarakat umum. Pasola menggambarkan rasa syukur dan ekspresi kegembiraan masyarakat setempat, karena hasil panen yang melimpah. Pasola dapat dijadikan tonggak kemajuan pariwisata Sumba, karena atraksi budaya ini sudah diketahui banyak wisatawan mancanegara. Hal ini terlihat dalam setiap acara pasola selalu ada turis asing yang datang. Warisan budaya ini merupakan aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar