Kamis, 27 Februari 2014

Goa Tengkorak, Berani berkunjung ke goa ini?



Goa penuh tengkorak manusia ditemukan di desa Purau, Kolaka dan di desa Lawolatu, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, oleh peneliti dari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin Makassar, yang meneliti tengkorak manusia di dalam goa di desa Purau, Kolaka, serta tim ekspedisi NKRI koridor Sulawesi tahun 2013 Subkorwil IX/Kolaka, Sulawesi Tenggara yang menemukan tengkorak manusia di dalam goa di desa Lawolatu, mengatakan bahwa ternyata goa tersebut merupakan kuburan bagi para bangsawan suku Mekongga yang diperkirakan sekitar abad 14 M.

Dari penelitian yang dilakukan dan informasi yang dihimpun dari penduduk sekitar lokasi penemuan, dan juga ditemukannya petimati di dalam goa, bahwa petimati tersebut oleh suku Tolaki Mekongga disebut sebagai "soronga". Soronga adalah sebutan untuk petimati bagi masyarakat suku Mekongga yang merupakan suku asli di Kolaka dan Kolaka Utara.


Selain petimati dan tengkorak juga ditemukan benda-benda seperti guci keramik, manik-manik, koin-koin dari masa hindu-budha (dugaan dari Sriwijaya atau Majapahit) dan lain-lain yang sama tuanya dengan usia tengkorak di dalam goa.

Suku Mekongga sejak zaman dahulu melakukan penguburan menggunakan soronga sebagai petimati. Apabila ada anggota suku yang meninggal, akan dilakukan upacara sambil mengeringkan mayat dan cairan yang keluar dari mayat ditampung ke dalam guci. Setelah mayat mengering dan menjadi tulang belulang, maka dibawa ke dalam goa, dan dimasukkan ke dalam peti mati.

Sebenarnya penemuan goa tengkorak suku Mekongga ini sudah sejak lama diketahui oleh penduduk sekitarnya, tapi penduduk cenderung lebih suka untuk tidak membeberkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar